Tue. Jun 18th, 2024

Tangerang Kota, Sabtu (7/10/2023) – Pemerintah Kota Tangerang telah memulai program pembangunan normalisasi jembatan di Jalan Iskandar Muda, tepatnya di Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari. Namun, terdapat kejanggalan dalam pelaksanaan proyek ini, karena tidak ada orang yang terlihat sebagai pelaksana atau mandor di lokasi.(Suhendi)

Sumber : Foto Suhendi, 2023

Pemerintah Kota Tangerang telah merencanakan program normalisasi jembatan ini sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan infrastruktur dan memperbaiki kondisi jalan di wilayah tersebut. Jalan Iskandar Muda merupakan akses penting yang menghubungkan beberapa wilayah di Kota Tangerang, dan normalisasi jembatan diharapkan dapat mengoptimalkan kelancaran lalu lintas.

Namun, pada hari Sabtu yang merupakan hari awal pelaksanaan proyek, terlihat bahwa tidak ada orang yang terlihat sebagai pelaksana atau mandor di lokasi pembangunan jembatan. Hal ini menimbulkan kebingungan dan pertanyaan mengenai kelanjutan proyek ini serta siapa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya.

Pemerintah Kota Tangerang saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait kejanggalan ini. Masyarakat setempat merasa khawatir dengan keadaan ini dan berharap agar pemerintah segera memberikan penjelasan mengenai situasi tersebut serta tindakan yang akan diambil untuk memastikan kelancaran dan kesinambungan proyek pembangunan normalisasi jembatan tersebut.

Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi lebih lanjut seiring dengan adanya keterangan resmi dari pihak terkait.

Pengguna Jalan Mengkritik Kegagalan Pelaksanaan Proyek Normalisasi Jembatan di Tangerang Kota

Tangerang Kota – Proyek normalisasi jembatan di Jalan Iskandar Muda, Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari, Tangerang Kota, menuai kritik dari pengguna jalan setempat. Pelaksanaan proyek yang dimulai pada Sabtu (7/10/2023) terlihat gagal, dan tidak ada orang yang terlihat sebagai pelaksana atau mandor di lokasi. Kami berkesempatan untuk mewawancarai beberapa pengguna jalan yang terdampak proyek ini untuk mendapatkan pandangan mereka.

Dalam wawancara dengan Bapak Satrio, seorang pengendara motor yang sering melintasi jembatan tersebut, ia mengungkapkan rasa kekecewaannya, “Saya sangat tidak puas dengan pelaksanaan proyek ini. Selama beberapa hari terakhir, saya melihat tidak ada aktivitas di lokasi proyek. Tidak ada pekerja yang terlihat, tidak ada kendaraan konstruksi, dan tidak ada tanda-tanda progres pembangunan. Ini sangat mengganggu kelancaran perjalanan kami.”

Sementara itu, Ibu Rina, seorang pengguna jalan lainnya, juga mengungkapkan kekhawatirannya, “Saya khawatir bahwa proyek ini akan berlarut-larut dan meninggalkan dampak buruk bagi kami yang harus melewati jembatan ini setiap hari. Kami membutuhkan jalan yang baik dan aman untuk mobilitas kami. Pemerintah seharusnya lebih bertanggung jawab dan menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat terkait proyek ini.”

Dalam tanggapannya terhadap kritik tersebut, Bapak Agus, seorang wakil dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tangerang Kota, mengakui adanya kegagalan dalam pelaksanaan proyek ini. “Kami menyadari kesalahan yang terjadi dalam koordinasi dan komunikasi terkait pelaksanaan proyek ini. Masukan dari masyarakat sangat berharga bagi kami, dan kami akan segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki situasi ini. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.”

Dalam menghadapi kritik dan kekecewaan dari pengguna jalan, pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk melanjutkan proyek normalisasi jembatan ini dengan efektif. Komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemantauan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan proyek akan menjadi kunci untuk menghindari kegagalan serupa di masa depan dan memastikan kualitas infrastruktur yang baik bagi pengguna jalan di Tangerang Kota.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *